Kategori: Uncategorized

Dana bos akan cair,sekolah harus transparan dalam penggunaan anggaran

“Dana bos akan cair penggunaan anggaran diharapkan transparan”

DANA Bantuan Operasional Sekolah SD dan SMP untuk tahap triwulan pertama di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sudah turun.

Dari jumlah 442 jumlah Sekolah yang terdiri dari 379 SD dan 63 SMP hanya sekitar 40 sekolah yang belum menerima tranfer itu. Sedangkan 402 lainnya sudah masuk ke buku rekening sekolah masing masing.

“Sekitar 10 persen yang belum cair sedangkan 90 persen lainnya sudah diterima pihak sekolah” tutur Azmi, manajer Dana Bos di Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Pidie, akhir pekan lalu.

Menurut Azmi, besaran dana Bos tahun 2021 ini ada peningkatan dari sebelumnya. Yakni untuk tingkat SD dari tahun lalu Rp900.000 per murid, sekarang naik menjadi R 940.000 per murid. Lalu untuk tingkat SMP dari sebelumnya Rp1.100.000 per murid, untuk tahun ini naik menjadi Rp1.160.000 per murid.

Simak Juga

Pemerhati masalah Pendidikan dan Sosial Keluarga di Aceh, Nurbaiti kepada mediaindonesia.com, Senin (5/4) mengharapkan penggunaan dana itu benar-benar mengutamakan kebutuhan belajar mengajar. Targetnya semua anak didik harus memiliki karakter positif dan berkemampuan akademik.

Dikatakan Nurbaiti, pihak pengelola Bos atau manajemen sekolah harus fokus dan terbuka terkait penggunaan dana BOS.

“Bukan sekedar melakukan perbelanjaan hanya untuk mendapatkan fee dari mitra,” tambahnya.

Lebih parah lagi kata Nurbaiti, pengelolaan dana BOS ada satu pesekongkokolan atau kerja sama terselubung dengan pihak tertentu dari Dinas Pendidikan. Targetnya adalah untuk menikmati keuntungan pribadi.

“Kadang mulai program perbelanjaan tertutup, hingga pertanggungjawaban dana tampak kejanggalan” tutur Nurbaiti.

Tags: bos